Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel sampaikan pemandangan umum

webAnggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan kembali menggelar rapat paripurna XIX pembicaraan tingkat pertama tahun sidang 2016, dengan agenda tunggal mendengarkan penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi yang ada di DPRD Provinsi Sumatera Selatan terhadap lima rancangan peraturan daerah Provinsi Sumatera Selatan yang diajukan oleh gubernur pada tanggal 19 September 2016 lalu.

Sebanyak sembilan fraksi yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Gerindra, Fraksi Hanura, Fraksi Partai Nasdem, Fraksi PKB, Fraksi Partai Amanat Nasional, dan Fraksi PKS melalui juru bicaranya, memberikan masukan, ide dan saran mengenai lima raperda yang diajukan tersebut, Rabu 21 September 2016.

Rapat paripurna XIX yang di pimpin oleh H Chairul S Matdiah di hadiri oleh H Ishak Mekki Wakil Gubernur Sumatera Selatan, dan unsur pimpinan lainnya, yakni Muhammad Yansuri, dan Nopran Marjani, serta anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, juga para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Pada pemandangan umum yang di sampaikan oleh juru bicara masing-masing fraksi. H A Syarnubi, ST MM juru bicara Fraksi PDI-P, Ir Holda M.Si juru bicara Fraksi Demokrat, Sri Mulyadi SE, M.Si juru bicara Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra melalui juru bicaranya Asgianto ST, Fraksi PAN dengan juru bicaranya Ir Rudi Apriadi, MBA, Fraksi PKB melalui juru bicaranya Nanto SE, Ak, sedangkan Fraksi Hanura dengan juru bicaranya Iwan Hermawan ST, Fraksi Nasdem dengan juru bicaranya Elianuddin HB, dan Fraksi PKS dengan juru bicaranya Ridwan, SE.

web1Pemandangan umum fraksi fraksi dprd Sumsel terhadap 5 Raperda, yakni Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, raperda tentang Rencana induk pembangunan kepariwisataan Provinsi Sumatera Selatan, Raperda tentang perubahan atas perda nomor 5 tahun 2016, tentang pembentukan PT Sriwijaya Mandiri Sumatera Selatan, Raperda tentang perubahan perda nomor 14 tahun 2011 tentang penambahan penyertaan modal Provinsi Sumatera Selatan pada PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung.