APBD SUMSEL 2016 Anjlok

IMG_9884
RA.Anita Noeringhati,SH,MM

PALEMBANG,RP.Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumsel 2016 mendatang dipastikan anjlok. Bahkan, diperkirakan tidak akan lebih dari Rp.6,4 triliun.

Beberapa hari yang lalu kami melakukan kunjungan kerja ke DKI Jakarta tepatnya ke dinas pendidikan dan dinas kesehatan kami ingin melihat program yang dilaksanakan disana “ ujar wakil ketua Komisi V DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati Senin (19/10) diruang kerjanya

Di DKI, ujar Anita, ada program yang di susun oleh dinas da nada yang di buat oleh Gubernur, nah, DPRD Sumsel mempelajari sinkronisasi kedua program tersebut agar dapat dilaksanakan di Sumsel, ini penting mengingat APBD Sumsel pada 2016 mendatang akan menurun.

Jadi perlu sinergi yang baik hingga terarah, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, nah nanti pada saat rapat anggaran kami akan cross check ke dinas terkait. Akan kami pertanyakan soal anggaran yang ada apalagi anggaran 2016 dipastikan berkurang” katannya.

Bila di 2015 APBD induk di atas 7 triliun, sekarang di 2016 tidak akan sampai Rp.6,5 triliun Jadi ada penurunan sangat signifikan “ini lantaran pengurangan bagi hasil migas Rp. 700 miliar. Jadi perlu efisiensi, sesuai tidak plafon dengan yang di rencanakan.

Dengan kondisi ini, anita memastikan semua SKPD anggarannya akan berkurang, “kami akan lihat mana yang bisa dikurangi missal, ada pelatihan, kunjungan kerja yang tidak memberikan feedback akan dihapuskan. Begitu juga pelatihan-pelatihan atau studi banding anggarannya akan diarahkan ke yang lebih bermanfaat dan program yang ada akan dioptimalkan, ditanya soal anggaran untuk kegiatan Asian Games, Anita mengakui, anggarannya tetap dimasukan pada APBD 2016 mendatang, “tetapi bukan di komisi kami, yang lain ada beberapa tersebar, ini penting sebagai bentuk kesiapan melaksanakan Asian Games”

Sekali lagi Anita mengatakan akan dilakukan efisiensi program kerja mana kegiatan wajib mana yang bisa di tunda Plus nantinya akan di dorong dana dari APBN sebanyak mungkin untuk menutupi program yang ada “missal, seiring dengan peningkatan peserta BPJS kamar kelas III dibutuhkan nah ini kami mengupayakan dari APBN begitu juga dengan penambahan ruang kelas baru di sekolah-sekolah kita lobi dari APBN “tukasnya.