Aspirasi Suku Anak Dalam dan Petani Jambi Di DPRD Provinsi Sumsel

3Aksi  suku anak dalam (SAD) dan Petani jambi melakukan unjuk rasa demo pada Rabu 6 April 2016 dihalaman kantor DPRD Provinsi Sumsel.

Warga SAD dan petani jambi menuntut HAK Agraria warga Kunangan Jaya I dengan PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI), warga Kunangan Jaya II dengan PT Agronusa Alam Sejahtera (AAS), PT Wanakasita Nusantara (WN) dan PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI), warga Mekarya Jaya dengan PT Agronusa Alam Sejahtera (AAS), PT Wanakasita Nusantara (WN) dan warga Tanjung Jabung Timur dengan Taman Nasional Bebrbak (TNB).

Tuntutan mereka telah disetujui oleh Kementrian terkait mengenai pengembalian areal seluas 3.550 ha milik Suku Anak Dalam. Penyelesaian ini dilakukan dengan pembentukan Tim antara perwakilan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bersama Perwakilan Petani. Kerja Tim ini akan dimulai pada minggu ke II April 2016.

Mereka menyerukan agar Presiden RI untuk segera menyatakan Darurat Agraria dan membentuk Panitia/Komite Nasional Reforma Agraria yang berlandaskan pada Konstitusi Pasal 33 UUD 1945 dan UUPA No 5/1960, meminta kepada Pemerintah Sumatera Selatan untuk membentuk Panitia /Komite Agraria Provinsi Sumsel, Mengajak seluruh kaum tani Indonesia untuk menyatukan isu konflik agraria diseluruh Indonesia yang selama ini masih terpecah-pecah, kasuistik dan lokalis untuk bersatu menjadi sebuah Gerakan Nasional Kaum Tani Indonesia.