Bahas LKPJ Gubernur, DPRD Sumsel Bentuk Lima Pansus

5Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel Membentuk Lima Panitia Khusus (Pansus) Untuk Membahas Dan Meneliti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumsel Tahun 2016.

Sebelum Membentuk Pansus, Gubernur Sumsel  Alex Noerdin Yang Diwakili Wakil Gubernur  (Wagub) Sumsel Ishak Mekki Menyampaikan LKPJ Gubernur Sumsel Tahun Anggaran 2016 Dalam Rapat Paripurna DPRD Sumsel ,Selasa 4 April 2017.

Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas didampingi unsur pimpinan lainnya, M.Yansuri, Chairul S Matdiah dan Nopran Marjani tersebut dihadiri oleh Wagub Sumsel, Anggota Wagub DPRD Sumsel, Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumsel dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas mengatakan, dengan telah terbentuknya lima pansus tersebut, maka Pansus-pansus akan melaksanakan rapat pembahasan dan penelitian bersama dinas serta instansi terkait yang akan dilakukan mulai tanggal 5-18 April mendatang.

“Hasil pembahasan dan penelitian Pansus-pansus tersebut akan dilaporkan dalam sidang paripurna selanjutnya pada 19 April mendatang ,”katanya.

Sementara Wagub Sumsel H. Ishak Mekki dalam Laporannya mengatakan, sesuai dengan tema tahunan 2016 yakni “Percepatan Pembangunan Infrastruktur Strategis”, Pemerintah provinsi Sumsel telah dianggap berhasil dalam pencapainnya. Terbukti capaian pembangunan tahun 2016 pertumbuhan ekonomi Sumsel berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan meningkat pada tahun 2016 menjadi Rp.266,82 triliun, yang dimana pada tahun 2015 berjumlah Rp.254,04 triliun, atau tumbuh 5,03% meningkat dari tahun sebelumnya  4,42%  dan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonominasional  5,02%.

Ia menambahkan, inflasi di Sumsel tahun 2016 mencapai angka 2,95%, ditengah naiknya beberapa  harga kebutuhan pokok, Sumsel dapat menekan laju inflasi dibawah angka 5%.

“Tentunya hal ini merupakan suatu pencapaian yang patut disyukuri, dalam hal ini Pemprov Sumsel ucapkan terima kasih dan penghargaan penuh kepada Tim Pengendali Inflasi  Daerah,”ujarnya.

Sedangkan, untuk tingkat pengangguran terbuka menurun secara signifikan menjadi  4,31%, semula pada tahun 2015 sebanyak 6,07%. Hal ini membuktikan pembangunan di Sumsel telah berhasil memperluas kesempatan bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Secara umum capaian kinerja Sumsel udah on the track, bahkan ada indikator yang telah melampaui target. Pembangunan infrastruktur strategis tersebut meliputi, Light Rail Transit (LRT), pembangunan jalan Tol Palembang-Inderalaya, pembangunan fly over, pembangunan jembatan musi IV dan VI,” pungkasnya.