Dapil I gali aspirasi dunia pendidikan

  Anggota DPRD Sumsel asal Dapil I Kota Palembang berupaya memanggil aspirasi dari insan yang berkiprah di dunia pendidikan dengan mengunjungi SMA Unggulan Negeri 4 Palembang, Senin 4 Desember 2017. Semua aspirasi dan keluhan yang disampaikan ditampung untuk kemudian diperjuangkan.

Kunjungan ke sekolah tersebut merupaka rangkaian sejumlah kunjungan lain yang dilaksanakan dalam rangka reses tahap II tahun 2017 selama sepekan mulai 4 hingga 9 Desember 2018. Adapun wakil rakyat dari Dapil I yang mengikuti reses yakni Hj RA Annita Noeringhati,SH.,MH Selaku koordinator dengan anggota H. Chairul S Matdiah,SH.,MH.Kes; H.Kartak SAS.,SE; Mgs Syaiful Padli,ST; Usman Efffendi,SH.,M.Hum dan Ir.H Sujarwoto.

Rombongan diterima kepala SMA Unggulan Negeri 4 Palembang, Drs Risman, M.Si Dididampingi sambutan Risma menjelaskan, SMA yang diimpikannya ditetapkan sebagai salah satu sekolah unggul di Sumsel oleh Walikota Palembang berdasarkan penilaian berbagai kriteria dan kualitas. Dijelaskan, tenaga pengajar disekolah ini ada 52 guru berstatus PNS dan 14 orang hnorer dan 50 persen tenaga pengajar tersebut adalah lulusan S2. Selama ini prestasi siswa sudah sampai tingkat nasional.

“kita memiliki 29 ruangan belajar dan prestasi siswa sudah sampai tingkat nasional,”kata Risman. Dia menambahkan, SMA Unggulan Negeri 4 Palembang juga menjadi sekolah percontohan Provinsi Sumsel selain sebagai sekolah terbersih.”disini sudah diterapkan full day dan tiap tahun siswa kita Khatam Quran, selain itu setiap tahun kita melaksanakan kurban,”papar Risman.

Pada kesempatan ini, RA. Anita menyampaikan, di Provinsi Sumsel ada beasiswa untuk anak-anak berprestasi dan tidak mampu. Ini menjadi kesempatan bagi siswa, termasuk di SMA Unggulan Negri 4 Palembang, Anita pun memuji SMA Unggulan Negeri 4 Palembang dimana lulusannya banyak yang menjadi orang sukses diantaranya Hatta Rajasa.

Terkait peralihan wewenang SMA dari Kabupaten/Kota ke Provinsi, RA. Anita menjelaskan, banyak hal yang harus diselesaikan. “Seperti kita ketahui bahwa sejak 2017 ada perpindahan kewenangan SMA ke Provinsi, ini menjadi PR yang luar biasa,”kata RA. Anita.

Pada sesi tanya jawab, Titin Maryani menuturkan, sejak 2006 dirinya menjadi tenaga honor bagian tata usaha. Dia pun menyampaikan keinginan kiranya bisa diangkat menjadi PNS seperti yang lain. Selama iniia mendapat honor dari pihak sekolah sebanyak Rp. 1Juta/Bulan.”Dahuu sewaktu masih dkelolah oleh Pemkot masih dapat honor, walaupun sering dirapel,”ujar dia.

Sementara Isnaini, guru Sosiologi, mengeluhkan tenaga pencairan sertifikasi yang molor padahal dana ini yang sangat dibutuhkan hidup keluarga.

Menanggapi aspirasi ini, RA.Anita menjelaskan, pada 2018 akan banyak pengangkatan tenaga Honor. Sedangkan soal dana sertifikasi, RA.Anita menegaskan, guru harus memenuhi ketentuan 24 jam tatap muka dalam satu minggu baru bisa mendapat tunjangan sertifikasi. “Nanti ini akan kita sampaiakan ke Dinas Pendidikan yang mengurusi Sertifikasi,”ujar RA.Anita.

Sementara Chairul S. Matdiah, Anggota Dapil I, mengatakan, ia sudah menyalurkan dana aspirasinya pada tahun 2017 sebanyak Rp 1 Miliar untuk pembangunangedung kelas baru di SMA Unggulan Negeri 4 ini.

Terkait nasib Honorer, Kartak SAS meminta pihak sekolah memperihatinkan tenaga honor agar honornya disesuikan dengan UMR. Hal ini didukung Usman Effendi yang mengaku miris dengan penghasilan honorer yang masih dibawah UMR.

“Tentang sertifikasi, terkadang administrasinya yang lambat, harus diperkuat tenaga tata usaha yang mempunyai keahlian dan ini harus diperhatikan. Kedepan akan menjadi perhatian Dewan apabila dialog dengan Dinas Pendidikan akan disampaikan tentang tenaga administrasi karena disini ujung tombak kelengkapan administrasi untuk pencairan dana sertifikasi,”kata Usman.

Sedangkan Syaiful Padli yang tergabung di Komisi III DPRD Sumsel meminta pihak sekolah secara kolektif mengusulkan ke Gubernur Sumsel agar tenaga Honorer tersebut mendapatkan SK dari Gubernur agar honornya dapat sesuai dengan UMR,”saran Syaiful.