Dapil II dukung Asian Games 2018 di Sumsel

2 Selain berdialog dengan warga , pada reses tahap I ditahun 2016 ini, anggota DPRD Sumsel asal daerah pemilihan Kota Palembang II juga berdialog dengan direksi PT Waskita Karya dan PHRI terkait kesiapan keduanya dalam menyukseskan perhelatan akbar Asian Games 2018 mendatang.

Rombongan dapil II yang melakukan reses tahap I tahun 2016 ini adalah Koordinator , DR. H. Budiarto Marsul, SE.MM (Gerindra) didampingi H. Fahlevi Maizano,SH.MH (PDIP), M Yansuri (Golkar), Drs. Husni Thamri,MM (Demokrat), Ir H. Zulkifri Kadir (PDIP), H. Ardani Awam, SH (Nasdem) dan H. Imam Mansur,Lc (PKS).

Dalam pertemuan dengan direksi PT Waskita Karya, anggota dapil II DPRD Sumsel, Zulkri Kadir menyakan soal alokasi anggaran yang selalu mengalami adendum. Sedangkan H. Husni Thamrin mempertanyakan partisipasi pengusaha lokal dalam proyek triliunan tersebut. Sementara itu anggota dewan lainnya, Fahlevi Maizano minta PT WK mempercepat perbaikan jalan yang rusak seperti cepatnya mereka membangun tiang-tiang. ”Kami juga minta PT WK tidak lakukan mobilisasi alat saat jam sibuk, karena menmbah kemacetan,”katanya.

Menanggapi masalah ini, Direksi Waskita Karya, Masudi mengatakan, soal adendum itu wewenang pusat, “namun untuk partisipasi pengusaha daerah, dalam pembangunan LRT ini kita menggunakan semen Baturaja dan alat beratnya juga kita gunakan yang ada di Sumsel. Untuk perbaikan jalan yang rusak nanti akan kita koordinasi dengan setiap zona,” kata Masudi sembari mengatakan LRT akan selesai sebelum Asian Games 2018.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nasdem Umar mengatakan, untuk mesalah mobilisasi alat, sejak awal pihaknya telah mengingatkan PT WK untuk melakukannya diatas jam 10.00 WIB malam. Namun karena belum sepenuhnya dilakukan maka pihaknya akan mengirim surat tertulis.

Selain dengan PT WK, rombongan dapil II juga berdialog dengan PHRI. Dalam pertemuan itu ketua PHRI, Herlan Afiudin mengatakan untuk menyambut Asian Games saat ini Palembang telah mempunyai 144 hotel dengan jumlah kamat diatas 8000. Angka ini akan lebih banyak lagi karena saat ini sedang dibangun 8 hotel baru.

Kepada wakil rakyat, Herlan mengeluhkan masalah perizinan pembangunan hotel yang sangat sulit dan mahal. ”kalau diatas kertaas memang tidak mahal, tetapi biaya-biaya diluar itu sangat mahal bisa sampai RP 1M,”katanya.

Soal pelayanan, Herlan mengatakan, saat ini ada 12 ribu pegawai hotel dimana 2000 diantaranya sudah mendapatkan sertifikasi. “kedepan kita akan berusaha agar semuanya mendapatkan sertifikasi,”kat3anya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Koordinasi dapil II, Budiarto Marsul mengatakan, akan menyampaikan keluhan PHRI kepada Walikota. “kita akan minta penanganan masalah ini,”katanya. Sedangkan untuk LRT, Budi berharap semuanya bisa selesai target dan dapat digunakan saat Asian Games. “bila melihat apa yang mereka paparkan, semuanya sangat baik. Kita harap LRT nanti bisa benar-benar bermanfaat untuk masyarakat Sumsel,”katanya.