Focus Even, Penyertaan Modal Macet

1
Agus Sutikno

PALEMBANG,RP.
Perda tentang penyertaan modal memang belum bisa terealisasi oleh pemerintah daerah, baik itu ke PD Swarna Dwipa yang sekarang menjadi peseroan terbatas, PD PDE, Jamkrida dan Bank Sumsel Babel” kata wakil ketua komisi III DPRD Sumsel Agus Sutikno kemarin (20/10)
Ia mengatakan perda No.4 tahun 2011 tentang penyertaan modal di Bank Sumsel Babel di buat dengan alasan jangan sampai saham Bangka Belitung lebih besar dari Sumsel , disepakati saat itu Pemprov akan menyetor modal hingga Rp.600 miliar hingga 2016. “ itu bukan kewajiban, kalau ada usul berikutnya disesuaikan dengan kemampuan daerah, memang di beberapa tahun ini belum terlaksana bahkan di dua momen APBD 2015, APBD indung dan perubahan belum apa penyertaan modal. Dan di APBD induk 2016 pun tidak kelihatan, tetapi saya berharap di APBD perubahan nanti siapa tau bisa di masukan” kata Agus.
Agus mengatakan dari Rp.600 miliar yang di amanatkan perda No.4 /2011 hingga desember 2015 ini masuk kurang Rp.245 miliar atau baru disetor Rp.355 miliar dan kalau melihat kemampuan keuangan sekarang akan sangat sulit memenuhi angka tersebut kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Selain itu hal serupa terjadi pada Swarna Dwipa kata Agus, pada 2014 sempat dianggarkan Rp.100 miliar untuk perusahaan daerah yang bergerak di bidang perhotelan ini, tetapi tidak bisa terealisasi dan hanya sampai pada angka Rp.2,5 miliar hingga sekarang, begitu juga dengan PD PDE yang sejak berdiri hanya mendapat Rp.150juta saja termasuk didalamnya Bank Perkreditan Rakyat dan Jamkrida yang baru mendapat Rp.25 miliar plus di tahun depan Rp.25 miliar.
Mengapa kalau keuangan daerah mampu sebaiknya hal itu di selesaikan tetapi saya sadari dan maklum banyak sekali penugasan dari pusat yang nyedot APBD kita. Seperti SEA Games Rp.110 miliar belum lagi university games, ISGberbagai even lainnya ditambah tahun depan untuk persiapan ASIAN GAMES
“sekarang prioritas kita masih di infrastruktur, yang jelas kalau kita masih bisa meningkatkan penyertaan modal, deviden yang kita terima lebih besar lagi dan bisa menambah PAD penyertaan modal itu bisa lebih instant, kapan di cairkan bisa selesai, beda dengan kegiatan yang harus ada kegiatan, program ujarnya.
Satu hal lagi Agus mengatakan penambahan penyertaan modal akan sangat bermanfaat bagi peningkatan rasio kecukupan modal dan batas pemberian kredit” jadi untuk perbankan sangat baik dan menyehatkan tukas Agus.