Gubernur Sumsel sampaikan penjelasan terhadap LKPJ tahun 2016

                Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah ( Raperda ), mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Sumsel Tahun Anggaran 2016.

Alex mengatakan, Raperda ini lebih diarahkan pada penjelasan mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan Keuangan, sedangkan penjelasan tentang output program maupun kegiatan telah dijelaskan pada laporan keterangan pertanggungjawaban akhir tahun anggaran 2016 dan telah mendapatkan rekomendasi dari DPRD Sumsel.

Dijelaskan keuangan pemprov Sumsel tahun Anggaran 2016 menggambarkan bahwa nilai aset mengalami peningkatan sebesar 11,03 persen dari sebelumnya per 31 desember 2015 sebesar Rp. 13.760 triliun menjadi 15,278 triliun dengan rincian sebagai berikut. Nilai aset mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp. 902,999 miliar dari tahun 2015 sebesar Rp. 306,364 miliar.

Lalu nilai investasi jangka panjang mengalami penurunan menjadi sebesar Rp. 1.001 triliun dari tahun 2015 sebesar 1.105 triliun. Nilai aset tetap setelah akumulasi penyusutan mengalami kenaikan menjadi Rp. 11,136 triliun dari sebelumnya tahun 2015 sebesar Rp. 10.110 triliun. Untuk nilai aset lainnya mengalami penurunan menjadi sebesar Rp. 2,238 triliun dari sebelumnya di tahun 2015 sebesar Rp. 2,239 triliun.

Ketua DPRD Sumsel, HM Giri Ramanda N Kiemas selaku pimpinan rapat mengatakan, rapat paripurna XXIX ini merupakan hasil penyerahan LHP oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sumsel beberapa waktu yang lalu “Setelah mendengarkan penyampaian dan penjelasan Gubernur Sumsel tentang Raperda Pertanggung jawaban APBD tahun 2016, maka anggota DPRD akan diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan, pandangan dan pendapatnya melalui masing-masing fraksi yang ada di DPRD Provinsi Sumsel, yang akan disampaikan pada rapat paripurna selanjutnya.