Karyawan RS Hermina Meminta keadilan ke DPRD

3Kamis 25 Agustus 2016 diruang rapat pimpinan Muhammad Yansuri, S.Ip, didampingi Hj. R.A Anita Noenghati,SH,MH, Ir. Holda, M.Si, Hasbi Hasadiki,S.Sos.,MM dan Erawan Abizar,S.Sos menerima audiensi dari Rumah Sakit Hermina Cab Palembang mengenai pengaduan karyawan RS Hermina Cab Palembang, atas diperlakukannya secara tidak adil sehingga mereka tidak dianggap didalam RS Hermina Cab Palembang. Padahal mereka secara sah masih bekerja dan berindikasi telah terjadi di diskriminasikan, diberlakukan perbuatan tidak menyenangkan dan merasa nama baiknya telah tercemar dikalangan karyawan-karyawan lainnya.

Mereka merasa bahwa mereka karyawan yang patuh dan taat pada tata tertib yang telah ditetapkan oleh RS Hermina Cab Palembang sehingga dapat memberikan sumbangsih yang besar demi kemajuan RS Hermina Cab Palembang.

Dalam hal pemutusan Hubungan Kerja secara sepihak mereka tidak diberikan hak-haknya sesuai dengan Undang-Undang 13 Tahun 2003 padahal mereka sudah menandatangani perjanjian kontrak dan perjanjian Ikatan Dinas dari tanggal 21 Januari 2016 s/d 20 Juli 2017.

Mereka menuntut meminta rekomendasi kerumah sakit untuk bekerja kembali, memberikan surat pengalaman kerja pada karyawan yang telah di PHK dan memberikan uang kompensasi atau pesangon kepada karyawan yang telah diPHK.2

Pihak RS Hermina memberikan kebijakan kepada karyawan yang telah di PHK yaitu, akan memberikan surat pengalaman kerja pada karyawan yang telah di PHK dan bersedia memberikan uang kebijakan/ pesangon 2(dua) kali gaji mereka perbulannya dulu.