Komisi I DPRD Sumsel Setujui Gelumbang Jadi Kabupaten Baru

DPRD Provinsi Sumsel menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Persetujuan Pemekaran Kabupaten Gelumbang, Jumat (9/2). DPRD Sumsel dan Gubernur Sumsel berjanji akan mengawal proses pembentukan Kabupaten Gelumbang sampai selesai karena dinilai sudah memenuhi syarat.

Rapat Paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda N Kiemas dan dihadiri Bupati Muara Enim, Anggota DPRD Sumsel, Anggota DPRD Muara Enim, Kepala Dinas dan Kepala Badan Pemprov Sumsel serta tokoh masyarakat Gelumbang.

Juru bicara Komisi I DPRD Sumsel Aslam Mahrom yang membacakan laporan Komisi I DPRD Sumsel terhadap persetujuan pemekaran Kabupaten Gelumbang mengatakan, Komisi I DPRD Sumsel berkesimpulan bahwa pemekaran Kabupaten Gelumbang layak menjadi Kabupaten. Untuk selanjutnya mendapatkan persetujuan bersama DPRD Sumsel dengan Gubernur Sumsel dalam Rapat Paripurna ke 40 DPRD Sumsel serta diteruskan kepada Presiden RI melalui Mendagri RI, DPR-RI,DPD-RI.

“Kepada Pimpinan DPRD Sumsel dan berbagai pihak yang membantu pelaksanaan tugas Komisi I dalam pembahasannya kami ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya, semoga Allah SWT melimpahkan rahmatnya kepada kita semua,” katanya.

Ketua DPRD Provinsi Sumsel H.M Giri Ramanda N Kiemas mengatakan, setelah ini akan dilakukan proses ke Kementrian Dalam Negeri untuk dilakukan kajian ulang apakah pemekaran Kabupaten Gelumbang bisa dilakukan atau tidak.

“Saya meminta Komisi I untuk secepatnya memproses pemekaran Kabupaten Gelumbang, karena ada moratorium kita tunggu setelah moratorium dicabut. Kita akan membuat skor pemekaran Kabupaten Gelumbang ini baik sehingga jadi prioritas pertama setelah moratorium dicabut, agar bisa menjadi UU,” ujarnya.

Menurutnya, tahapan yang akan dilalui dalam pemekaran Kabupaten Gelumbang adalah kajian di Kementrian Dalam Negeri dan DPR RI. “Sekarang ada moratorium sehingga tidak bisa mengeluarkan UU. Sembari menunggu kita siapkan dulu administrasi, jadi ketika moratorium dicabut bisa dijadikan UU,” katanya.