lemhanas RI tertarik studi strategis tentang pariwisata sumsel

Lembaga 1Pertahanan Indonesia (Lemhanas) Republik Indonesia sedikitnya 35 peserta melakukan Studi strategi diprovinsi Sumsel lantaran tertarik dengan pembangunan pariwisata di Sumsel, kunjungan ke Sumsel ini dalam rangka melakukan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIV Tahun 2016 pada hari senin 18 Juli 2016 bertempat diAuditorium Bina praja Palembang.

Pada tahun ini Provinsi Sumsel dipilih sebagai objek studi strategis peserta Lemhanas dengan harapan peserta dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam meningkatkan pembangunan dan ketahanan nasional diwilayah sumsel. Khususnya pembangunan bidang pariwisata guna meningkatkan perekonomian ketahanan nasional.

Sekretaris Daerah Sumsel, Mukti Sulaiman mengaku, ini sebuah kejutan dan sangat mengapresiasi kedatangan peserta “Karena SUMSEL dipilih sebagai objek tinjauan pembelajaran untuk bisa diimplomentasikan diseluruh daerah di Indonesia , khususnya dibidang pariwisa

“Mengenai kepariwisataan itu tepat sekali, bahkan mentri pariwiata, Arief yahya , juga sering datang kesini . kami akan mecanangkan SUMSEL sebagai daerah wisata berbasis olahraga , “Ujar mukti saat memberikan sambutannya di Auditorium bina raja.

Pilihan pembelajaran kajian studi di bidang pariwisata dirasa Mukti salah satu langkah tepat , karena ditengah situasi kurang menguntungkan, seperti harga minyak serta harga karet turun dan komoditas kepala sawit yang tidak begitu stabil, maka perekonomian pariwisata menjadi pembahasan yang dapat membantu pemikiran pemerintah pusat untuk meningkatkan pendapatan penghasilan nasional

Kemudian itu, Mukti menyarankan, untuk bisa mencegah permasalahan-permasalahan yang dihadapi di daerah Sumsel. Seperti dikelurahan atau desa daerah Sumsel bisa dijadikan kajian studi. Contoh, isu berkembang yakni permasalahan desa yang belum berebut untuk mendaftar menjadi kelurahan, namun kini ingin menjadi desa karena adanya bantuan dari Kementrian Desa untuk mendapatkan dana Rp. 1 Milyar per desa. Seharusnya menjadi desa, namun dipaksakan menjadi kota karena persyaratan maka ada ketidaktepatan

Dari 2.580 desa yang dimiliki provinsi Sumsel, maka tahun ini besar rata-rata menerima Rp. 600 juta per desa, ungkap Mukti bila tepat sasaran, desa tidak akan merasakan kontribusi dari kementrian untuk mengembangkan peningkatan pembangunan desa

“Serta dana desa belum lancar, karena secara kelembagaan kementrian dalam negri dan Kementrian Desa itu belum terlampaui kalau berbicara teritorial itu kewenangan kemendagri, yang mengisi pembangunan itu terserah dari kementrian mana saja Namun seperti ada perebutan lahan juga, oleh sebab itu perlu dilakukan semacan studi” Harap Mukti

Sementara itu, pengajar ilmu pengetahuan dan teknoligi Lemhannas Brigjen TNI syahhiding , mewakili gubernur Lemhanas mengatakan , dalam perkembangan dimiliki provinsi Sumsel diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran khususnya dibidang pariwisata guna membangun peningkatan ekonomi nasional.

“Diharapkan melalui studi ini peserta akan memperoleh gambaran kondisi wilayah berkaitan dengan aspek ideologi,politik,sosial budaya dan HAM dalam sudut pandang perspektif ketahanan nasional” jelas Syahiding

Dijelskan Syahiding, lemhanas adalah lembaga pemeritah non kementrian , kedudukannya dan bertanggung jawab langsung ke presiden RI . untuk menciptakan pendidikan bagi kader pimpinan tingkat nasional, lembaga penyelenggaraan pematapan nilai-nilai kebangsaan serta menyiapkan strategis berbagai permasalahan bangsa dalam lingkup Nasional yang selanjutnya akan dijadikan pembahasan ke Pesiden RI

Serta bisa menjawab tuntunan strategis baik Nasional,Regional,Global langsung maupun tidak langsung . karena mempengaruhi stabilitas eksistensi RI , lembaga konsisten urgensi nasional untuk melaksanakan kelangsungan hidup bangsa dan Negara NKRI ditengah kuatnya persaingan Regional dan Global dari waktu ke waktu

Dalam kegiatannya, Lemhans membentuk tim studi yang dibagi 4 rombongan terdiri dari 27 peserta , yakni 12 orang TNI , Porli 4 orang Kementrian 5 orang , Kadin 1 orang , Pemprov 3 orang , Parpol Ormas 3 orang , dan khusunya hadir dari negara sahabat , Jordania dan Madagascar dan melakukan kegiatan studi selama 6 hari dimulai dari 17 dan 22 hari , Peserta juga akan melakukan kunjungan instansi-instansi Pemerintah , serta potensi pwerkwmbangan pembangunan di Sumsel .