Pimpinan DPRD Prov Sumsel hadiri Puncak Penyelenggaraan Hari Menanam Pohon Indonesia Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2017 di Kebun Raya Sriwijaya

  Kelestarian dan pemeliharaan alam merupakan sesuatu yang amat penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu pentingnya terus menjaga dan merestorasi hutan – hutan yang telah dirusak oleh tangan – tangan tak bertanggung jawab.
Selain itu, pengurangan kawasan hutan (deforestasi) untuk kepentingan pembangunan lain dan penggunaan lahan yang tidak memperhatikan kaidah – kaidah konservasi yang berakibat terjadinya bencana banjir, kekeringan dan tanah longsor maupun kontribusi yang nyata terhadap pemanasan global.
Hal ini dikatakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, Ahmad Najib, dalam puncak acara peringatan hari menanam pohon dan bulan menanam nasional 2017 di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan ilir, Selasa (28/11/2017).
Menurut Najib, Pemprov Sumsel sangat mendukung program – program di bidang lingkungan hidup. Salah satu buktinya dengan pemberian bantuan bibit sebanyak 2.000 batang pohon yang ditanam di Kebun Raya Sriwijaya (KRS).
“Kita berharap dengan adanya penanaman pohon di lokasi Kebun Raya Sriwijaya ini nantinya dapat menjadi salah satu destinasi wisata alam di Ogan Ilir serta menjadi kebanggaan masyarakat Sumsel,” ujar dia.
Disela – sela kegiatan, Ahmad Najib memberikan bantuan bibit pohon kepada Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam dan pengukuhan Laskar Forum DAS Sumsel yang terdiri dari Forum Pemuda Peduli Terhadap Lingkungan. Para relawan yang dikukuhkan berasal dari 10 Perguruan Tinggi di Sumsel.
Bupati Ogan Ilir, HM Ilyas Panji Alam menyambut baik kegiatan ini, karena sangat bermanfaat dalam pelestarian alam dan lingkungan.
“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat untuk lebih cinta terhadap hutan dan alam,” harap dia.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sumsel H.M Giri Ramanda N Kiemas, SE.,MM, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel Nopran Marjani, S.Pd, Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Badan Litbangda Provinsi Sumsel, UPTD Kebun Raya Sriwijaya Sumsel, Perguruan Tinggi, pihak swasta, perwakilan Polda Sumsel, perwakilan Kodam II Sriwijaya, mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum.
Untuk diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada tahun 2008 untuk kali pertama melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008 menetapkan bahwa tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan bulan Desember sebagai bulan Menanam Nasional.
Maksud dilakukan gerakan ini adalah meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita semua bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan kita dan masa depan kita dan generasi selanjutnya.
Kegiatan ini dilakukan setiap tahun. Pada tahun 2017 ini, tema yang diangkat pada acara puncak Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tahun 2017 adalah “Kerja Bersama: Makmurkan Rakyat, Lestarikan Alam”.
Tema ini mengandung arti bahwa pengelolaan hutan dan lahan tidak lepas dari keterlibatan seluruh pihak, baik instansi pemerintah (pusat/provinsi/kabupaten/kota), pelaku usaha (BUMN/BUMD/BUMS), maupun organisasi massa dan masyarakat sebagai pelaku utama pengelolaan hutan dan lahan.
Kegiatan acara puncak HMPI dan BMN ini dilakukan di seluruh Indonesia dan diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota).
Kegiatan menanam pohon hendaknya menjadi kebiasaan hidup sehat bagi kita semua. Hal ini telah menjadi perhatian khusus dari pemerintah.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Musi (BPDASHL Musi) menyerukan dan mengajak seluruh masyarakat untuk dapat menanam dan pelihara 25 pohon setiap orang selama hidup.
Pada akhirnya, kelestarian lingkungan kita dimulai dari kita sendiri. Program ini tidak akan sukses, tanpa kesadaran akan kepedulian lingkungan dari seluruh lapisan masyarakat.